![]() |
| data analyst, image by freepik |
Dianti- Sertifikasi BNSP Data Analyst awalnya bukan hal yang aku pikirkan sama sekali untuk menembus dunia karir data.
Setelah ikut kelas data analyst, tujuanku justru sangat sederhana yaitu menambah skill biar relate dengan kebutuhan zaman, sekaligus membangun portofolio.
Dalam pikiranku waktu itu: “Udah punya portofolio, harusnya aman dong buat masuk dunia karir data.”
Tapi ternyata… realitanya nggak se-sederhana itu, bestieeeee.
Plot twist-nya? Portofolio saja belum cukup.
Sebagai seseorang yang lagi belajar data analyst, pelan-pelan mulai sadar kalau persaingan di dunia data itu bukan kaleng-kaleng.
Banyak banget orang di luar sana yang juga punya portofolio keren, bahkan keren banget.
Mulai dari dashboard yang estetik, analisis data yang rapi, sampai model machine learning yang kelihatan “wah banget.”
Jadi ya… kalau semua orang punya portofolio, terus yang bikin kita beda apa dong?
Nah, di sinilah aku kena momen “oh… ternyata gitu.”
Portofolio Data Analyst Emang Penting, Tapi…
Portofolio itu penting banget, gak perlu didebat lagi, justru buatlah portofolio sekeren mungkin.
Itu bukti kalau kita pernah praktik dan nggak cuma teori doang.
Tapi di sisi lain, sertifikasi itu kayak level up yang beda, dengan tujuannya untuk cepat menembus dunia karir data.
Kalau portofolio itu “aku bisa”, sertifikasi itu “aku diakui.”
Dan jujur aja, buat HR atau recruiter, ini cukup ngaruh.
Aku sempat ada di fase denial juga, kayak, “Ah yang penting skill dulu deh.”
Tapi makin ke sini, aku mulai ngerti kalau di dunia kerja, bukan cuma soal bisa atau nggak, tapi juga soal kepercayaan.
Gimana orang lain yakin sama kemampuan kita, terutama kalau kita masih di tahap awal karir.
Dan di situlah aku mulai kenalan sama konsep sertifikasi BNSP.
Akhirnya… Kutemukan Program Sertifikasi BNSP Data Analyst
Dari hasil scroll sana-sini (dan sedikit overthinking tengah malam), aku nemu program dari DQLab yang menyediakan jalur belajar data sekaligus persiapan untuk sertifikasi, termasuk di bidang data analyst.
Dan menurutku… ini menarik sih.
Kenapa? Karena belajarnya nggak cuma teori yang bikin ngantuk di menit ke-10.
Tapi juga ada praktik yang relate sama dunia kerja. Jadi bukan tipe belajar yang “habis ini lupa,” tapi lebih ke “oh, ini kepake ternyata.”
Yang bikin makin menarik, ada tujuan akhirnya juga, yaitu sertifikasi.
Jadi kita nggak cuma belajar terus selesai, tapi punya target yang jelas.
Dan jujur ya, buat aku pribadi, ini kayak nambah motivasi.
Karena belajar tanpa arah itu kadang bikin kita… ya gitu deh, semangat di awal, hilang di tengah (aku banget ðŸ˜).
Sekarang aku sendiri masih dalam proses belajar soal dunia data.
Masih sering bengong lihat dataset, masih suka mikir, “Ini aku ngerti nggak sih?” Kadang merasa jago, kadang langsung down gara-gara error satu baris.
Dunia data emang roller coaster, no debat.
Tapi daripada jalan sendiri terus overthinking, aku jadi kepikiran satu hal:
kenapa nggak sekalian belajar bareng aja?
Buat kamu yang lagi:
baru mulai kenal dunia data
lagi belajar data analyst
atau lagi ngerasa “kok susah banget ya tembus kerja?”
Tenang, kamu nggak sendirian.
Aku juga lagi di fase itu.
Mungkin ini saatnya kita upgrade strategi menuju masa depan lebih cerah, cieeeee.
Bukan cuma andalkan portofolio, tapi juga mulai mempertimbangkan sertifikasi sebagai nilai tambah.
Karena di tengah persaingan yang makin rame, kita butuh sesuatu yang bikin kita lebih stand out.
Dan kalau kamu lagi cari tempat belajar yang cukup terarah (dan nggak bikin kamu merasa sendirian di dunia yang penuh angka ini), mungkin bisa coba mulai dari DQLab.
Siapa tahu cocok, siapa tahu malah jadi turning point kamu.
Karena pada akhirnya, masuk ke dunia data itu bukan cuma soal pintar atau nggak.
Tapi soal siapa yang paling siap, konsisten, dan punya bukti yang bisa dipercaya.
Jadi…
yuk, kita belajar bareng.
Pelan-pelan naik level, sambil berharap suatu hari nanti bukan cuma punya portofolio, tapi juga lolos Sertifikasi BNSP Data Analyst dan makin dekat sama karier impian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar