Ayam Sentul: Versatile Player yang Bikin Nyesel
Dianti— Kalau dunia sepak bola punya pemain yang bisa ditempatkan di beberapa posisi sekaligus, dunia ayam ternyata juga punya versi versatile player-nya.
Bukan pemain yang bisa main bek, gelandang, sampai striker, tetapi ayam yang bisa punya fungsi lebih dari satu.
Ayam bisa dimanfaatkan untuk produksi telur, punya potensi sebagai ayam pedaging, sekaligus tetap membawa identitas sebagai ayam lokal.
Salah satu yang belakangan membuatku cukup kagum adalah Ayam Sentul.
Dan lucunya, aku mengenal ayam ini bukan karena melakukan riset panjang atau tiba-tiba mendapat pencerahan bahwa “inilah ayam yang selama ini kucari”.
Tidak.
Aku mengenalnya karena ditawari oleh rekan peternak.
Begitulah kadang perjalanan beternak di rumah bekerja.
Kita tidak selalu menemukan hewan peliharaan karena sudah membuat business plan lengkap dengan analisis SWOT, proyeksi cash flow, dan presentasi PowerPoint 37 slide.
Kadang cuma:
"Teh, mau Ayam Sentul nggak?"
Aku: "Emang bagus?"
Rekan Peternak: "Lumayan."
Aku: "Ya sok atuh boleh dicoba."
Akhirnya tiga ekor diangkut dan jadi penghuni baru di kandang, dua betina dan satu jantan.
Dan beberapa waktu setelahnya aku nyesel banget.
Bukan karena tiba-tiba gak puas, tapi karena...
"Lah... kok cuma beli tiga?"
Baca juga: Bukan Hanya Soal Pakan, Tapi Belajar Kejujuran dari Ayam

