Tampilkan postingan dengan label Artificial Intelligence. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artificial Intelligence. Tampilkan semua postingan

Pengalaman Belajar Machine Learning dan Artificial Intelligence di DQ Lab: Awal Cerita, Bukan Akhir Perjalanan

Minggu, Januari 25, 2026 0 Comments
Belajar Data Science di DQ Lab
Foto: Data by Freepik


dianti- Machine Learning dan Artificial Intelligence (AI) itu terdengar keren.

Terlalu keren, malah untukku di tahun 2021 lalu.

Beberapa tahun lalu, jujur aja, aku sempat mikir, “kayaknya ini bukan buat aku deh.”

Bukan karena gak tertarik, tapi lebih ke minder duluan.

Takut banget kalau kelihatan bodoh. 

Takut gak nyambung. 

Takut cuma jadi penonton yang ibaratnya salah masuk ruangan.

Sampai akhirnya di tahun 2021, rasa penasaran menang telak dari rasa insecure.

Aku daftar kelas Data Science di DQLab lewat program DQLab x Kominfo.

Niatnya gak muluk-muluk.

Aku cuma ingin paham.

Gak mau selamanya cuma ikut angguk-angguk kalau dengar orang ngomongin data, machine learning, atau AI, sambil berharap topiknya cepat selesai karena gak ada pengetahuan.

Setidaknya, kalau nanti topik itu muncul lagi, aku tahu gambaran besarnya.

Walaupun gak jadi expert di bidangnya, tapi gak asing dan aku bangga setidaknya pernah mempelajari.

Belajar Data Science di DQLab, Ternyata Seru!

Kalau diingat dan dihitung, itu udah lama banget. 

Di riwayat belajarku, tercatat aku menyelesaikan 8 modul ajar Data Science.

Mulai dari Introduction to Data Science with R and Python, lanjut ke fundamental data, data visualization, sampai akhirnya nyobain project Machine Learning.

Belajar Python dan R itu... menurutku seru banget.

Tapi juga bikin mikir.

Sering banget muncul dialog batin:

“Ini aku yang salah ngetik, atau memang logikanya harus begini?”

Untungnya, materi di DQLab rapi dan runtut.

Jadi walaupun sempat nge-lag, aku masih bisa nyambung lagi.

Pemula kayak aku gak dibuat merasa “tersesat di hutan” karena gak pahan materi.

Virtual Live Coding: Salah Itu Normal

tampilan live code editor DQ Lab

Bagian yang paling aku suka justru virtual live coding-nya.

Gak perlu ribet install ini-itu, langsung praktik.

Kalau salah, langsung ketahuan.

Kalau keliru, langsung dikoreksi.

Dan anehnya, itu gak bikin takut.

Justru bikin ngerasa:

“Oh, salah itu memang bagian dari proses.”

Kalau mentok, ada fitur hint.

Di situ aku malah belajar satu hal:

kalau belajar Data Science tanpa error, justru patut curiga.

Kalau masih bingung, ya ulang lagi.

Santai, gak ada drama, gak ada penghakiman.

Pelan-pelan, ML dan AI Mulai Masuk Akal

Aku gak tiba-tiba jago.

Bahkan jauh banget dari itu.

Tapi konsep ML dan AI mulai terasa “nyantol”.

Bukan sekadar istilah keren, tapi mulai kebayang cara kerjanya.

Walaupun masih dasar, tapi tidak asing lagi.

Dan buatku, itu sudah cukup berharga.

Kelasnya Masih Jalan, Hidupku Sudah Belok

Sayangnya, aku tidak menyelesaikan kelas itu sampai akhir.

Bukan karena bosan atau gak suka.

Tapi karena hidup tiba-tiba minta prioritas lain.

Ada hal yang harus didahulukan, dan aku memilih berhenti di tengah jalan.

Ada rasa sayang, tentu!

Tapi waktu itu aku tahu, memaksa lanjut bukan keputusan yang paling sehat.

Kadang berhenti juga bentuk dari memilih diri sendiri.

Dilihat lagi progress belajarnya, ternyata aku baru beres 6 modul ini


Balik Lagi, Kali Ini Lebih Niat

Di akhir 2025, aku buka lagi modul gratis DQLab: Guide to Learn R with AI at DQLab.

Rasanya beda.

Bukan karena aku lebih pintar.

Tapi karena aku lebih tenang.

Aku gak lagi mengejar cepat.

Gak lagi pengen terlihat “bisa”.

Aku cuma pengen paham, pelan-pelan, tanpa tekanan.

Dan ternyata, kembali belajar setelah berhenti itu gak seseram yang dibayangkan.

Data Science, ML dan AI Satu Jalur

Sekarang aku makin yakin kalau Data Science, Machine Learning, dan AI itu satu jalur atau satu ekosistem.

Python dan R hanyalah alat.

Yang jauh lebih penting justru cara berpikirnya.

Dan dari pengalamanku, DQLab cukup berhasil membuat proses belajar ini terasa ramah.

Terutama buat orang-orang yang sempat ragu, minder, atau merasa “terlambat”.

Kenapa DQLab Cocok Buat yang Gak Mau Terburu-buru?

Menurut pengalamanku, DQLab cocok buat:

  • Yang pengen belajar data tanpa dikejar-kejar

  • Yang penasaran sama Machine Learning dan AI tapi masih ragu

  • Yang lebih paham lewat praktik

  • Yang percaya belajar pelan itu sah

Kalau mau yang lebih intens, DQLab juga punya:
👉 DQLab Bootcamp Machine Learning & AI

Penutup

Belajar Machine Learning dan Artificial Intelligence gak harus selalu lurus dan cepat.

Kadang mulai, tapi harus berhenti.

Lalu kembali dengan versi diri yang lebih tenang.

Aku pernah ada di situ.

Dan sekarang aku percaya, itu juga bagian dari belajar.***